Amando's Daily

This is the Amando's Daily thought

Saturday, March 31, 2007

GUA MARIA - JAMBI

Bunda Maria...... manusia gua atau penghuni surga. Wah kalau cuma manusia gua ya ngapain kita mohon bantuan kepada sang Bunda. Dia penghuni surga yang pasti dapat menolong kita jadi orang Katolik dengan sadar menjalankan devosi ini..............

Bunda Maria, ketika di kamar pengakuan, sang pastor menasihati diriku.... untuk memandang patung sang Bunda sambil berdoa dan berusaha meneladani perilaku sang Bunda.

Bundaku saya ingin mampir di gua yang ada di Jambi. Kapan ya ?

Gua Maria Ratu Rosari – Kompleks Pondok Kristofel (Rumah Biara SCJ) , telepon 0741 – 40207, Paroki St. Theresia – Jl. RD Mattaher 19, telepon 0741 – 23310, Jambi {Peresmian 07 Oktober 2002 – Uskup Palembang, Mgr. Al. Sudarso SCJ}.

J A M B I

JESUS

ANDALANKU

MENJADI

BERKAT

IDAMANKU

Pondok Kristofel. Kotak Pos 13. Jambi 36001. Telp 0741-40207.Personalia

Jesus saya ingin punya rumah di Jambi bahkan jika Engkau menghendaki akan didirikan Pondok Kana..........

Panitia Pra Paskah dan Paskah

Menjadi pengikut Kristus tentu mempunyai berkat tersendiri karena di mana pun pasti ada anggota tubuh Kristus. Pra Paskah dan Paskah tahun ini membawa nuansa tersendiri karena saya terlibat sekian prosen sebagai panitia. Namun karena hidupku yang nomaden jadi tidak bisa dengan sepenuhnya menjalankan tugas kepanitiaan...ya kadang-kadang absen.

Hari Minggu saja saya tidak selalu ikut misa di gereja Santo Fransiskus Asisi Tebet. Ya di gereja Katolik Gembala Yang Baik, Surabaya.... di gereja Santa Theresia Jambi.... di gereja Santo Yohanes Pengarang Injil di Blok B- Jakarta. Namun senang juga gereja Katolik ada di mana-mana terutama di kota-kota besar sehingga saya tetap dapat menjalankan ibadah dengan baik.


Di hari libur ini panitia juga mengadakan pengobatan gratis bagi warga di Menteng Dalam dan sekitarnya..... ya hampir 500 pasien yang dilayani.... semoga Allah sendiri yang menyembuhkan mereka... panitia dan para dokter hanya sarana dalam tangan Allah. Ya gereja Asisi tak punya lonceng gereja namun tetap dapat menyebarkan kasih...

Tadi saya membayangkan... tahun ini saya akan merayakan malam paskah di Asisi yang tanpa lonceng gereja...... wah...wah kurang .... syahdu...... Tetapi Allahlah membuat hati semua manusia tentram.... tanpa lonceng yang berdentang pun tak masalahhhhhhhhhhh

Mengaku Dosa

Eh hampir lupa ada salah satu sakramen yang penting yaitu sakramen tobat yang didahului dengan pengakuan dosa. Hari gene ngaku dosa... ogah ah ! Apalagi ngaku sama sama pastor. Memangnya pastor atau imam itu wakil Allah. Mereka kan cuma manusia biasa. Lalu bisanya apa kalau dia cuma manusia biasa.

Namun... imam adalah pejabat gereja dan mendapat panggilan khusus, mereka tak dapat mengampuni dosa. Mereka dipakai oleh Allah untuk membantu umat yang membutuhkan sakramen tobat. Sakramen ini menjadi sarana untuk menyembuhkan manusia saat ini yang banyak dosa, banyak beban.... agar bisa bersyukur dan mengusahakan hidup lebih baik, lebih menghargai rahmat dan berkat Allah.

Sakramen tobat ini sarana, jika dipakai yang berguna... Jika tidak ya terserah anda.... tidak yang memaksa... Allah juga tidak. Namun hanya ditawarkan dan sangat dianjurkan...... Saya pun sudah cukup lama tidak mengaku dosa, tadi malam tak sengaja mampir di gereja dan di sana ada beberapa umat antri ngaku dosa. Maka hatiku tergerak ikut antri untuk mengaku dosa...

Ya plong juga dan dapat nasihat dan peneguhan rohani. Terima kasih Yesus , Engkau sayang sama diriku, jiwaku, keluargaku dan siapa saja........

Tuesday, November 21, 2006

Nagekeo :Calon Kabupaten

Pemekaran sekarang jadi tren dan juga kebutuhan. Rupanya rakyat dan DPRD di Kabupaten Ngada sudah sepakat untuk memekarkan wilayah Ngada menjadi dua kabupaten. Jadi jelas ya bukannya orang Nagekeo mau memisahkan diri, namun seluruh Ngada termasuk pemerintahnya mau agar Nagekeo jadi sebuah kabupaten sendiri.

Akhir pekan lalu saya mampir di rumah salah seorang anggota DPR RI asal NTT ( namun bukan asal Ngada).. dan sempat bicara sedikit soal kabupaten Nagekeo... katanya akan segera dibahas di level legislatif.....

Ini sebuah perkembangan yang menarik dalam hal pelayanan publik dan semoga juga menggugah kreatifitas masyarakat Nagekeo membangun dirinya.


Ya kita tunggu saja....

Monday, October 30, 2006

Mohon Maaf Lahir Bathin

Selamat Berlebaran bagi semua sahabatku yang beragama Islam. Mohon maaf lahir bathin. Rasanya lebaran kali ini saya merasa kurang nyaman. Pasalnya saya ingin sekali bersilahturahmi dengan warga di sekitar rumah di Jambi. Namun gara-gara pesawat nggak bisa mendarat di Jambi... jadinya agak kesal dan sebal.........

Bagi teman-teman di Veritas, saya mohon maaf lahir bathin........... maaf telaattttttttt

Wednesday, August 30, 2006

Sunayah

Ass Wbr.... itulah ucapan yang terdengar di telepon genggamku. Eh ternyata ibunya Lenny. Beliau minta agar anaknya ( Lenny) menemani dirinya untuk berobat di Sukabumi. Tanpa banyak komentar saya setuju saja karena memang di kantor belum sibuk. Dia minta agar saya tidak memarahi anaknya. Ya saya sih selalu berusaha mengerti sehingga Lenny pun mengerti kesibukkanku......

Sejak pertama kali saya bertemu Lenny. Lenny sering menceriterakan ibunya yang sakit... Saya belum bisa membantu apa-apa. Hanya mendengarkan Lenny dan berdoa. Tuhan kabulkanlah doaku. Lenny sungguh berusaha agar ibunya sehat dan bahagia. Itulah upaya setiap anak yang soleh.....

Semoga Tuhan pun memberikan rejeki berlimpaah melalui kantor baruku bersama Lenny.....
Tuhan berkatilah usaha dan perjuangan hidup kami. Amin

Wednesday, July 12, 2006

Janjiku Untuk Lenny

Janjiku terpenuhi. Ya, janjiku memang sederhana saja yaitu membuat semacam lembaran buku harian di dunia maya. Lembaran-lembaran kosong ini
http://lennydaily.blogspot.com/ dapat digunakan oleh Lenny. Selanjutnya terserah Lenny.

Ya hidup ini memang harus ada impian dan janji lalu, janji-janji dan impian itu diwujudkan. Tak impian hidup ini menjadi tidak menarik. Tentu impian-impian bisa diwujudkan jika ada kerja sama yang baik.

Tak satu manusia pun yang berhasil tanpa dukungan orang lain. I need somebody.....

Friday, June 30, 2006

Mata: Pelita Tubuh- Jiwa

Terima kasih Tuhan. Terima kasih karena manusia diberi mata. Mata secara fisik maupun mata hati. Mata, salah itu indra yang sangat berharga ini sering tidak difungsikan secara maksimal.

Sejak bangun pagi aku bersyukur karena kembali melihat cerah pagi. Itulah kasih Tuhan yang bisa kita nikmati setiap pagi.

Nah, setelah ke kantor saya langsung membaca dua koran yaitu Jakarta Post dan Kompas. Dengan mata saya pun membaca berbagai informasi, opini dan cerita mengenai manusia dengan segala perilaku dan tabiatnya, mengenai alam, mengenai kekonyolan orang-orang di republik yang sakit ini. Namun saya harus bersyukur karena masih bisa tersenyum walaupun akan kekonyolan diriku dan negeri ini.


Islamophobia: Who is to blame for bad image?
Mohammad Yazid
Jakarta


Muslim will find it wiser to respond to this negative impression by looking within themselves

An honest attitude will off-set all these misunderstandings. There is no need to be ashamed of acknowledging that amid the waves of globalization, Muslims have fallen far behind in promoting the modern ethical values long practiced by non-muslims. These value include democracy and the ethos of diligence and discipline, all of which improve human existence.

The bad image of muslims is understandable, but it can be avoided if they show tolerance on the basis of strong fraternity.

Non-Muslim would also be wise to avoid being trapped by the kind of unreasonable fear. If they fail to face this challenge, the words of Hidayat Nur Wahid, Speaker of the People`s Consultative Assembly, will prove true: That Islam-phobia is no emerging, under the exact meaning of the word “phobia” in Webster’s Ninth New Collegiate Dictionary: “inexplicable and illogical Fear”.




=====
Bank Indonesia Inaugurates New Credit Information Bureau

The Jakarta post
Jakarta

Banks and credit card issuer are obliged to send information on borrowers to the bureau. In the case of other financial institutions outside the banking sector, the sending of information to the bureau, while not compulsory, is strongly recommended.

He said that he expected the bureau would in the future come to be running the bureau by 2010.
=====

Pertamina to increase fuel prices to industry

Leony Aurora and Grace Nirang
Bloomberg/Jakarta

PT Pertamina, Indonesia’s state-owned oil price of oil company, will increase price of oil products sold to miners and factories by as much as a weakening rupiah makes it more expensive to import the fuel.

The price of gasoline sold to industries will rise 5.3 percent next month from Rp 6,174 a liter in June, Ahmad Faisal, director of trading and marketing, said Thursday. The fuel oil price the smallest gain, from Rp 3,745 a liter.
======

Terima kasih untuk Leny yang mengetik beberapa kutipan berita dari Jakarta Post 30 Juni 2006. Jakarta Post adalah salah surat kabar. **********

Monday, June 26, 2006

Semakin Diurus, Semakin Miskin ???

Aneh juga negeri ini. Semakin diurus kok semakin miskin. Hari gene masih ada daerah yang kelaparan. Lalu ngapain gajiin birokrat, eksekutif, legislative dan segalanya. Kemane aje pinjaman dan macem-macem yang katenya untuk pengentasan kemiskinan. Tiap bupati atau wali kota mestinya tahu dong berapa kebutuhan beras, singkong, jagung, kentang, sayur , minyak tanah dll untuk daerahnya setiap bulan. Kalau di daerahnya tidak cukup mesti tahu dari mana itu didatangkan dan kira-kira bisa dibeli oleh warganya. Ini yang pertama diurus, ya soal perut. Lalu kesehatan dan pendidikan serta keamanan. Kalau banyak yang nganggur ya buka lapangan kerja dan cobalah diskusi dengan pengusaha local. Jika tidak ya buka peluang untuk jadi TKI atau carikan pekerjaan di daerah lain. ( Ya sering sekali orang bicara konsep namun sering tidak praktis dan nggak bisa diterapkan ! Atau kata Pak Daniri…. Mantan komandan di Bursa Efek Jakarta… susah kalau nggak workable ).

Beberapa pekan lalu ada teman kelasku pulang kampong. Katanya ikut pertemuan untuk memuluskan pemekaran kabupaten baru : Kabupaten Nagakeo. Katanya untuk mengoptimalkan pelayanan pemerintah terhadap masyarakat. Sepekan setelah temanku itu ( Justino yang bekerja di lembaga Ekonid) kembali ke Jakarta saya ketemu salah seorang rohaniwan yang kini jadi pimpinan seminari menengah Mataloko. Sebelumnya beliau ( Romo Bene) menjadi pimpinan seminari tinggi St Petrus di Kabupaten Sikka.

Beberapa hari setelah ketemu Romo Bene Daghi Pr, eh saya ketemu juga pejabat dari Kupang yang juga hadir dalam pertemuan yang bicara soal pemekaran atau rencana lahirnya Kabupaten Nagekeo yang berlangsung kampong halamanku ( Ndora : tempat saya menyelesaikan sekolah dasarku ). Uniknya ketika orang ini Justino, Rm Bene, dan Mr Robert Rero… ketiganya pernah mengenyam pendidikan yang cukup tinggi. Ya levelnya di atas S1. Artinya kapasitas pendidikannya di atas rata-rata namun tetap punya gaya dan cara yang unik dalam menceriterakan secara singkat inti dari pertemuan itu.

Namun mereka tidak tahu apa yang di benakku. Apa ya. Jangan sampai semakin diurus namun semakin miskin rakyatnya dan pejabat aja yang tambah kaya. Ok nggak boleh begitu, saya tidak boleh negative thinking. Be positive-lah………

Yesus, Kasihan de Lu 8

Tahun ini gereja katolik di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) merayakan 200 tahun resmi hadir di Jakarta. Resmi artinya 200 tahun lalu itu sudah ada administrator Jakarta. Gereja Katolik memang mewarisi ketertiban administrasi, seperti kartu keluarga , penataan lingkungan dan wilayah Paroki, sampai ke tingkat Keuskupan.

Dari sisi usia yang telah mencapai 200 tahun , saya rasa gereja Katolik Jakarta juga mempunyai kontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ya paling tidak umat Katolik yang ada di Jakarta dan sekitarnya juga punya kontribusi untuk negeri ini. Tentu kontribusi tidak harus diartikan dengan turun dalam jumlah besar untuk demo di jalanan untuk memperjuangkan sesuatu. Ya cukup belajar menjadi ayah yang baik, ibu yang baik, atau anak yang baik agar tidak menjadi beban bagi republic ini . Umat Katolik dengan caranya sendiri mencerdaskan anak-anak bangsa dengan berbagai lembaga pendidikan. Umat Katolik dengan caranya sendiri menyehatkan anak-anak bangsa dengan berbagai rumah sakit dan poliklinik.


Jadi umat Katolik di Jakarta dan sekitarnya bukan ngekos namun turut memiliki Republik ini.Namun aneh masih ada saja yang alergi dengan Katolik, tentu hanya sebagai kecil saja. Masih ada saja pihak berwajib yang belum memberikan ijin mendirikan gedung tempat ibadah. Bahkan ada yang merasa terganggu dengan kehadiran rumah ibadah atau orang Katolik. ( Hey bung yang mengganggu adalah pikiranmu sendiri !!!)

Apakah ada yang menakutkan dari orang-orang Katolik ? Kita sering membaca di media massa mengenai ketakutan atau fobia terhadap agama tertentu. Semoga umat Katolik dan gereja Katolik tidak menakutkan. Kalau soal aqidah ya itu urusan internal, namun jangan lupa bahwa tiap warga mempunyai hak asasi termasuk memeluk agama tertentu dan beribadah. Ha ha ha semoga tidak ada pihak yang tersinggung. Ini hanya cuplikan obrolan di siang bolong…. Saya pun tak dapat melarang pikiranku atau pikiran orang jika pikiran itu beroperasi. Namun semoga pikiran ini dan itu menghasilkan perilaku yang lebih beradab, bermartabat, berperikemanusiaannnnnnnnnnnn.

Kerukunan dan Harmoni 4

Kita perlu contoh perilaku nabi bukan mencontohi perilaku para guru. Guru sering bisa mengajar namun belum tentu bisa menghayati apa yang diajarkan. Kalau nabi ya “menghidupi” apa yang diajarkannya. Seluruh hidupnya menjadi “khotbah” yang berguna bagi manusia dari zaman ke zaman.

Kini para politisi sedang berusaha dengan segala cara untuk meraih posisi atau kedudukan. Tak jarang sejumlah ormas jadi kuda tunggangannya. Bahkan bukan tidak mungkin kelompok-kelompok garis geras diberi angin demi kepentingan politik pihak tertentu. ( Dugaan boleh khan, namun tidak menuduh loh !). Di negeri yang dihuni cukup banyak orang farisi dan saduki ini, tentu segalanya punya nilai politis.


Lalu bagaimana dengan soal kerukunan dan harmoni ? Di negeri yang masyarakatnya mengaku beragama… tolong lihat kembali kehidupan para nabi. Ya paling tidak nabi-nabi yang diterima oleh masyarakat Indonesia.
Bagiku Agama pasti mengajarkan kerukunan dan harmoni. Sungguh sebuah kekonyolan kalau masih ada agama yang mengajarkan permusuhan. Saya berharap nanti di semua propinsi ada sejumlah Pemuda Lintas Agama, Lintas Suku dan Ras yang bisa tampil memperbaiki atau paling sedikit mulai mengobati “ Bangsa yang sedang sakit ini !”. Kalau lingkungan sakit terus ya kita semua bisa jadi sakit juga ya…

Kerukunan dan Harmoni 3

Kalau penghuni perumahan alam sutera di wilayah Tangerang , Banten pasti paham jalan sutera harmoni, sutera jelita, dst. Secara fisik suasana di perumahan ini memang nyaman dan menyenangkan. Di sana tidak ada pagar pembatas antara rumah yang satu dengan yang lain. Di sana orang merasa nyaman karena tidak ada yang merasa pemilik, tuan tanah, tuan kampong sehingga yang lain pendatang atau orang asing. Demikian di republic ini, jangan sampai kelompok yang merasa hanya dirinya atau kelompoknya ahliwaris republic ini … dan lain hanya tamu atau ngekos di republic ini…..

Kebetulan saya sendiri pernah menjadi penghuni sementara di sana selama 6 bulan. Ya saat itu persis terjadi pemilu pertama setelah Soeharto lengser. Kebetulan saya termasuk orang yang tidak terlalu tertarik untuk mengikuti pemilu bahkan selama Soeharto berkuasa saya termasuk orang yang tidak pernah ikut pemilu karena alasan teknis. Walaupun begitu sebagai warga di situ ya harus ikut giliran ronda malam termasuk untuk mengamankan pemilu.


Meskipun satpam berjaga 24 jam disertai system keluar masuk via satu pintu dan tamu harus tunjukkan identas… namun tetap aja perlu ronda malam. Warga pun patuh menjalankan giliran ronda malam. Saya pun mendapat giliran. Nah kebetulan ada satu orang bule. Si bule begitu sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk ronda malam. Ya paling tidak dia punya sepeda goes, senter besar dan tongkat/pentungan. Pada waktu giliran jaga, sejam sekali dia mengitari jalan-jalan yang tersedia. Setelah 3 kali si bule melakukan hal itu. Si bule akhirnya mendekati saya yang sedang menonton beberapa teman yang main gaple. Kata si bule : “ What is the meaning of Ronda ? ---- Just main gaple…. Saya hanya tersenyum malu. Tentu banyak pihak yang mengklaim ahli waris negeri ini, republic ini… sering sibuk main gaple, minta sumbangan, gertak sana gertaak sini……. Ha… ha jangan terlalu serius. Saya tidak bermaksud mengeritik siapa-siapa , namun hanya mengajak untuk melihat realitas secara jernih. …. Karena begitulah yang saya lihat, tentu tidak semua khan !

Buku : Teman Setia

Hidup ini terkadang sangat bising dan serba sibuk. Kesepian menjadi mahkluk yang menakutkan. Rasanya harus ketemu orang lain dan beranjak ke tempat lain. Televisi, radio atau koran rasanya wajib dibaca untuk mengisi kekosongan waktu atau menghalau kesepian.

Paling sedikit 3 bulan terakhir saya tak ingin ditemani televisi, radio atau koran. Aku ingin sendiri saja dengan kamar-kamar yang kosong. Cukup tempat tidur dan beberapa buku. Membaca buku bagiku penting dan memberikan energi baru bagiku. Ya buku menjadi teman setia. Namun satu benda lagi yang penting yaitu telepon gengam karena barang yang satu ini penting agar bisa dihubungi orang lain.

Pekan ini rasanya cukup asyik membaca buku seperti buku : DIA dan Aku ( LUI et moi atau HIJ en ik atau HE and I ). Di buku ini tertulis Kesaksian Gabrielle Bossis Mengenai Kasih Allah. Selain itu Buku MANAJEMEN KECERDASAN yang ditulis oleh Taufiq Pasiak sang Presidium PELITA ( Pemuda Lintas Agama ) Sulut. Ya menarik juga buku ini karena diberikan sedikit gambaran mengenai bagaimana memperdayakan IQ, EQ dan SQ untuk Kesuksesan Hidup. Dan buku yang ketiga adalah Enegram Timur ( 9 Tipe Kepribadian ). Buku yang ketika ini ditulis Pendiri Peer Counseling Foundation of The Philipines, Inc.

Terima kasih Tuhan karena Engkau memberikan saya kemampuan untuk menikmati tulisan orang lain. Aku tak jadinya tidak kesepian. Malah akhirnya bisa "mendengarkan" lebih baik, menyimak lebih baik di tengah kebisingan hidup ini.