Kerukunan dan Harmoni 4
Kita perlu contoh perilaku nabi bukan mencontohi perilaku para guru. Guru sering bisa mengajar namun belum tentu bisa menghayati apa yang diajarkan. Kalau nabi ya “menghidupi” apa yang diajarkannya. Seluruh hidupnya menjadi “khotbah” yang berguna bagi manusia dari zaman ke zaman.
Kini para politisi sedang berusaha dengan segala cara untuk meraih posisi atau kedudukan. Tak jarang sejumlah ormas jadi kuda tunggangannya. Bahkan bukan tidak mungkin kelompok-kelompok garis geras diberi angin demi kepentingan politik pihak tertentu. ( Dugaan boleh khan, namun tidak menuduh loh !). Di negeri yang dihuni cukup banyak orang farisi dan saduki ini, tentu segalanya punya nilai politis.
Lalu bagaimana dengan soal kerukunan dan harmoni ? Di negeri yang masyarakatnya mengaku beragama… tolong lihat kembali kehidupan para nabi. Ya paling tidak nabi-nabi yang diterima oleh masyarakat Indonesia.
Bagiku Agama pasti mengajarkan kerukunan dan harmoni. Sungguh sebuah kekonyolan kalau masih ada agama yang mengajarkan permusuhan. Saya berharap nanti di semua propinsi ada sejumlah Pemuda Lintas Agama, Lintas Suku dan Ras yang bisa tampil memperbaiki atau paling sedikit mulai mengobati “ Bangsa yang sedang sakit ini !”. Kalau lingkungan sakit terus ya kita semua bisa jadi sakit juga ya…

2 Comments:
What hepen aya naon? kata JK di Republik mimpi.
Saya setuju dengan anda. Terus terang saya agak pusing dengan keadaan negri kita pada saat ini, Mungkin karena Pemimpinnya, pejabatnya sudah pada tua. coba kita kembali pada saat republik ini baru terbentuk, kebanyakan pemimpinnya masih muda-muda, masih energik.
kalau saat ini pemimpinnya sepertinya cuma mentingin ambisi pribadi, ngomongnya doang atas nama orang kecil, orang miskin tapi coba kita lihat kenyataannya?! ini sih cuma luapan kekesalan aku pada keadaan negara kita ini, yang jelas aku cuma bisa memberikan komentar, bekerja yang baik, membantu orang yang kesulitan di mana aja bila aku bertemu, alias jadi orang yang berguna bagi negri ini.
pak kalo tidak puas dgn negri ini, jgn omong doang dong.. awali ong perubahan dari diri sendiri..kalo gak mau pindah aja ke negeri yg anda anggap baik. belum ngerasain kan hidup disana? yg RASIS tu siapa? nyesel baru tau.. menjadi warga negara kelas dua. jelek2 masih berasa nikmat di negeri sendiri. kalo kita ada kemampuan. umat minoritas hidup tenang di indonesia... ada gesekan2 terjadi itulah hidup. tapi coba anda ngerasain hidup menjadi warga minoritas di negara2 barat. anda akan merasa kebenasan hak anda menjadi sempit. padahal mereka mengagung2kan kebebasan. TAPI NONSEN!! Coba anda persentasekan jumlah gereja dg mesjid dibanding jumlah penduduknya.. DI INDONESIA TERMASUK BANYAK SEKALI KEBERADAAN GEREJA. tapi coba anda lihat keberadaan mesjid di negara barat?? apa segampang di indonesia pendirian mesjid disana?? Coba anda pikir.. tingkat kriminalitas tertinggi di dunia sekarang berada dinegara2 naju yg mayoritas penduduknya beragama kristen seperti: pembunuhan, narkoba, pemabuk alkohol, pemerkosaan, perampokan, homoseksual, pornografi, sex bebas, sistem keuangan riba/rentenir yahudi, jauh dari ajaran agama.
Dan coba anda analisa bagaimana perlakuan mereka terhadap negara2 ke tiga, mereka adu domba secara politik,penjajahan ekonomi dan penguasaan atas aset2 dan sumber alam. pembodohan dg doktrin menjadi matrealis dg belanaja produk2 mereka krn kita pasar yg besar, tidak boleh maju jadi kita cuma menjual sumber alam tanpa ada industrinya.
Post a Comment
<< Home